Minggu, 22 Mei 2011

METODE PENAMBANGAN ENDAPAN BIJIH TEMBAGA (Cu)


METODE  PENAMBANGAN ENDAPAN BIJIH TEMBAGA (Cu)

PENDAHULUAN
Kegiatan produksi terutama untuk endapan bijih tembaga (Cu) meliputi kegiatan penambangan dan kegiatan pengolahan atau proses konsentrasi bijih tembaga.
Yang akan dibahas disini adalah kegiatan penambangan tembaga di Gunung Bijih Timur Freeport Indonesia.
Lokasi Penambangan
Penambangan tembaga di Gunung Bijih Timur terletak di sebelah timur sejauh 1,5 km dari lokasi open pit mine Gunung Bijih (ertsberg) yang merupakan singkapan tembaga yangberupa bukit yang muncul dari permukaan tanah setinggi 130 m dan di bawah permukaan 140 m, ditemukan oleh geologist Belanda, Jean Jaques D. tahun 1936. Gunung Bijih terletak pada 4o3’00” LS dan 137o4’48”BT.
Keadaan Geologi
Endapan Gunung Bijih Timur termasuk endapan dalam seri breksi dan skarn yang secara regional terbentuk akibat intrusi batuan seri diorit pada jaman tersier terhadap gamping tersier. Akibat terjadinya intrusi maka terjadilah kontak metamorfisme yang menghasilkan formasi hornfels, skarn dan marbles. Kawasan tersebut merupakan tektonik aktif yang mengakibatkan peretakan batuan disusul alterasi dan mineralisasi.
Mineral-mineral yang terdapat adalah sulfida terutama bornit (Cu2FeS4), kalkosit (Cu2S), kalkopirit (CuFeS2) dan pengkayaan sekunder seperti idiate (cu5FeS5), kovelit (CuS). Kadar bijih antra 1,5 – 2,5 % Cu.
Kondisi batuan bijih dikelompokkan menjadi 6 seri batu utama, yaitu marbles, hornfels, breksia, garnet dan seri diorit hybrid.
Sistim Penambangan
Sistim penambangan banyak dipengaruhi oleh kondisi batuan badan bijih. Batuan dan kondisi badan bijih secara umum yang bisa dilakukan penambangan secara block caving ialah :
§  Batuan mempunyai karakter mudah ambruk.
§  Cadangan atau badan bijih berukuran besar.
§  Badan bijih mempunyai kemiringan lebih besar dari 60o.
§  Tidak mudah dikotori oleh batuan samping.
§  Perubahan kadar tidak terlalu besar.
Kegiatan penambangan dibagi dua, yaitu:
§  Kegiatan development.
Adalah kegiatan untuk menyiapkan bijih mulai dari dalam bentuk cadangan menjadi siap untuk dilakukan penambangan dan pengangkutan. Kegiatan ini meliputi dari pembuatan lubang buka (drift) dan peledakan (undercut blasting) untuk menciptakan ambrukan pada badan bijih.
§  Kegiatan penarikan dan pengangkutan bijih.
Pada penarikan bijih alat yang dipakai adalah slusher dan LHD (muat-angkut-tuang). Dimana bijih berasal dari lombong amrukan dialirkan melalui finger raise ke tempat draw point.
Keuntungan slusher :
·         Waktu dan development lebih sedikit.
·         Jumlah raise grizzly dan chute yang diperlukan sedikit.
Kerugian slusher :
·         Diperlukan penggalian besar.
·         Sulit menghitung bijih hasil penarikan.
·         Diperlukan pekerja dengan skill baik.
·         Diperlukan banyak peralatan tambahan.
Pada penarikan bijih dengan LHD (pemuatan, pengangkutran dan pencurahan), ukuran rata-rata bijih yang bisa ditarik lebih besar dibandingkan cara slusher sehingga pengontrolannya mdah. Cara ini dibantu alat tambahan yang berupa pemecah batu (rock breaker).
Keuntungan LHD :
·         Development lebih cepat.
·         Produktivitas tinggi.
·         Biaya rendah dan mudah menangani bongkahan.
      Kerugian LHD :
·         Memerlukan bukaan lebar
·         Diperlukan operator dan bagian perawatan yang harus lebih berpengalaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar